jump to navigation

"KITA" DAN KEKUATANNYA 6 Januari 2010

Posted by thl4all in Artikel THL TBPP.
trackback
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2001) yang menyatakan bahwa “kita” dipergunakan untuk menyatakan bahwa pembicara mengajak lawan bicaranya secara bersama-sama, yang diistilahkan sebagai personal pertamajamak. Lebih lanjut diuraikan bahwa “kita” adalah kata sifat yang berarti mementingkan kebersamaan dalam menanggung suka-duka ( saling membantu, saling menolong, sepenanggungan, senasib dsb). Dalam obrolan sehari-hari kata “kita” tak jarang mengalami kekeliruan dalam penggunaannya; misalnya keliru dengan kata “kami”.
Berdasarkan pengamatan empiris dan dalam prakteknya kekuatan kebersamaan atau “kita” khususnya dalam pelaksanaan tugas-tugas kedinasan sehari-hari, terletak pada beberapa hal sebagai berikut :
1. Memperkuat komitmen
Mengapa begitu ? Pada dasarnya setiap orang mempunyai komitmen terhadap sesuatu yang dihadapinya; begitu ia yakin dan merasakan sebagai bagian dari sesuatu (karya atau sesuatu yang akan dikerjakan bersama) maka ia merasa lebih mantap dan mengikuti ajakan komunikator untuk berbuat sesuatu.
2. Meningkatkan rasa percaya diri
Komunikan akan meningkat rasa percaya dirinya karena ia merasa diakui kemampuannya (pengetahuan, keterampilan, sikap) dan ia merupakan bagian dari kegiatan yang akan dikerjakannya itu.
3. Memberikan penghargaan
Komunikan merasa dihargai sehingga dengan senang hati akan berbuat sesuatu secara sungguh-sungguh dan maksimal, sebagaimana yang disampaikan oleh komunikator.
4. Menumbuhkan rasa tanggung jawab
Komunikan memiliki rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan pesan/ajakan atau tugas yang disampaikan oleh komunikator.
5. Menumbuhkan rasa memiliki
Rasa memiliki akan tumbuh pada komunikan, terhadap karya bersama yang telah dihasilkan karena ia /mereka mereasa diakui sebagai bagian dari keberhasilan karya tersebut. Komunikan akan turut menjaga dan menjamin kegberhasilannya.
6. Meningkatkan partisipasi
Hal ini dikarenakan komunikan merasakan kegunaan dirinya dan merasakan adanya manfaat dari keberadaannya. Selain daripada itu komunikan juga merasa diakui dan diperlukan. Dengan begitu ia akan turut serta secara lebih aktif lagi.
7. Meningkatkan “feed back”
Dengan adanya masukkan pemikiran dari komunikan maka alternative pemecahan permasalahan akan bertambah sehingga memudahkan dalam memilih solusi dan mengambil tindakan yang lebih tepat
8. Meningkatkan ketelitian
Dengan keikutsertaan komunikan dalam melaksanakan ajakan/tugas komunikator, tingkat ketelitian akan meningkat, mengingat komunikan juga memiliki berbagai pengalaman. Dengan begitu maka akan timbul pengayaan terhadap apa yang sudah disampaikan komunikator, baik itu berupa rencana atau ajakan; dan hal demikian itu mengartikan bahwa kualitas pekerjaan dimungkinkan meningkat sebagai akibat dari pengamatan yang meningkat.
9. Meminimalisasi sifat negatif
Peluang munculnya sifat-sifat jelek dari komunikan dapat dikatakan tidak ada akibat tidak munculnya prasangka dari kedua belah pihak
10. Meningkatkan peran jender
Semua yang terlibat, baik laki-laki maupun perempuan akan memaksimalkan pemberdayaan kegunaan fungsi SDM
11. Menghemat waktu
Hal ini terjadi karena pekerjaan dilakukan secara bersama sampai tuntas. Pekerjaan lebih cepat selesai, dan tugas/pekerjaan berikutnya dapat segera dilaksanakan sehingga target cepat terpenuhi bahkan merangsang untuk menyelesaikan/mencari/menciptakan pekerjaan lainnya.
12. Lebih bersifat ekonomis
“Kita” akan berperan maksimal dalam memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada (sumber daya manusia, waktu, keahlian, ketelitian dsb).
13. Menjamin tingkat keberlanjutan (sustainability)
Kelangsungan hidup organisasi meningkat sejalan dengan tingkat kepuasan baik yang dirasakan oleh komunikator maupun, secara fisik dan emosional.
Demikian beberapa kekuatan dan nilai philosophis dari penerapan roh “kita” dalam kehidupan sehari-hari khususnya di dalam keorganisasian. Tetapi meski begitu tentu ada persyaratan spesifik yang harus dipenihi agar kekuatan “kita” dapat dikeluarkan dan dimanfaatkan serta menjadi kenyataan dalam penyelesaian pelaksanaan tugas sehari-hari.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: