jump to navigation

Cara Mudah Sembuhkan Penyakit Pada Kambing 24 November 2009

Posted by thl4all in Artikel THL TBPP.
trackback
Kambing, siapa sih yang belum pernah mendengar atau melihat kambing? Kambing memiliki pesona tersendiri bagi masyarakat kita, baunya yang khas membuat sebagian orang enggan mendekatinya namun dibalik itu semua hewan yang satu ini memiliki kandungan protein yang bergizi tinggi. Sebagian besar orang suka makan daging kambing dalam bentuk sate.
Begitu populernya jenis hewan ini sehingga hampir disetiap pelosok desa banyak petani yang beternak kambing dengan harapan dapat meraup untung darinya. Namun beternak Kambing tidak semulus apa yang mungkin kita bayangkan. Berbagai permasalahan sering mengganggu kesehatan ternak kambing, baik itu serangan penyakit, gangguan pertumbuhan dan reproduksi hingga kematian kambing.

Selain keterbatasan pengetahuan tentang kesehatan ternak, peternak juga enggan mengobati ternaknya dengan alasan biaya pengobatannya relatif mahal, obatnya hanya ada di kota, jarangnya praktisi dokter hewan di desa dan berbagai alasan klasik lainnya. Untuk mengatasi permasalahan ini menuntut praktisi dokter hewan dan peternak sendiri lebih sedikit kreatif dalam mencari alternatif lain yakni menggunakan obat-obat tradisional yang terhampar luas di Indonesia ini.
Beberapa penyakit yang sering menyerang ternak kambing dan dapat diobati secara tradisional diantaranya adalah sebagai berikut :
1. SCABIES (KUDIS)
Penyebab :
Parasit yang terdapat pada kotoran yang terjadi karena kandang kotor dan ternak tidak pernah dimandikan.
Tanda- tanda :
– Kerak – kerak pada permukaan kulit
– Ternak selalu menggesekan bagian kulit yang terserang kudis
– Kerontokan bulu, kulit menjadi tebal dan kaku
Pengobatan :
Cukur bulu sekitar daerah terserang, mandikan ternak dengan sabun sampai
bersih, kemudian jemur sampai kering. Setelah kering dapat diobati dengan
menggunakan:
1. Belerang dihaluskan, dicampur kunyit dan minyak kelapa, kemudian
dipanaskan dan digosokkan pada kulit yang sakit.
2. Belerang dihaluskan dan dicampur dengan oli bekas dan digosok pada
bagian kulit yang sakit.
3. Kamper / kapur barus digerus, dicampur minyak kelapa dan dioleskan
pada bagian kulit yang sakit.
Pencegahan :
– Ternak yang berpenyakit kudis tidak boleh bercampur dengan ternak yang
sehat.
– Ternak yang baru dibeli harus bebas dari penyakit kudis
– Mandikan ternak dua minggu sekali.
– Bersihkan kandang seminggu sekali.

2. BELATUNGAN ( MYASIS )
Penyebab :
Luka daerah yang berdarah diinfeksi oleh lalat sehingga lalat berkembang
biak (bertelur) dan menghasilkan larva belatung.
Tanda-tanda :
– Adanya belatung yang bergerak-gerak pada bagian yang luka
– Bila belatungan pada kaki/teracak maka ternak terlihat pincang.
Pengobatan :
– Bersihkan luka dari belatung, kemudian obati dengan gerusan
kamper/kapur barus atau tembakau.
– Luka dibungkus dengan kain/perban untuk melindungi dari terjadinya luka
baru atau kotoran.
– Pada hari berikutnya luka dibersihkan, pengobatan diulang dan dibungkus
kembali. Biasanya dua atau tiga kali pengobatan sudah sembuh.
– Bila belatung sudah terbasmi, pemberian yodium tinctur dapat dipakai
untuk mempercepat pertumbuhan.

3. CACINGAN
Penyebab :
Bermacam-macam cacing terjadi karena kandang yang kotor atau padang
pengembalaan yang kotor.
Tanda-tanda :
– Kurus, bulu agak berdiri dan tidak mengkilap
– Sembelit atau mencret
– Lesu dan pucat
– Daerah rahang terlihat membengkak
– Mati mendadak
Pengobatan :
1. Tepung buah pinang dicampur dengan nasi hangat dikepal-kepal
kemudian dipaksakan untuk dimakan ternak. Ternak dianjurkan untuk
dipuasakan terlebih dahulu.
2. Daun kelor yang tua dibakar, kemudian debunya dicampur air dan
diminumkan. Pengobatan diulangi satu minggu kemudian.
Pencegahan :
– Kandang dibuat panggung dan bersih
– Pengaritan rumput setelah panas yaitu pada jam 12.00-15.00 atau
pengembalaan ternak pada siang hari jam 10.00-15.00.
– Jangan menggembalakan ternak pada daerah rawa, sungai dan sawah.

4. KERACUNAN TANAMAN
Penyebab :
– Ternak memakan rumput-rumputan atau daun-daunan yang mengandung
zat racun.
Tanda-tanda :
– Mati mendadak, mulut berbusa, kebiruan pada selaput lendir,
pengelupasan kulit/eksim atau terjadi pendarahan.
Pengobatan :
– Cekoklah ternak dengan air kelapa muda.
Pencegahan :
– Tidak memberikan tanaman beracun atau menggembalakan ternak di
daerah yang banyak tumbuh tanaman yang mengandung racun. (Diolah dari berbagai sumber)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: