jump to navigation

KEBANGKITAN NASIONAL-KEBANGKITAN THL TBPP INDONESIA 20 Mei 2009

Posted by thl4all in Artikel THL TBPP.
trackback
101 Tahun yang lalu terlahir embrio yang menjadi titik tolak kebangkitan nasional. Dan hari ini lepas dari peristiwa jatuhnya pesawat Hercules C 130 yang jatuh di Magetan Jawa Timur, 20 mei 2009 di peringati hari Kebangkitan Nasional yang ke 101 tahun. Namun kayaknya hampir sebagian ingatan masyarakat Indonesia tersita oleh peristiwa peristiwa yang menjadi keseharian yang membutuhkan ruang besar di file file ingatannya. 101 Tahun kebangkitan nasional lirih sekali gema nya berbeda dengan tahun lalu ketika peringatan 100 tahun nya Kebangkitan Nasional. Mei setahun yang lalu seluruh tokoh Indonesia apapun yang di lakukan di kaitkan dengan 100 tahun kebangkitan Nasional, bahkan popular sekali iklan-iklan di TV hampir di setiap menit oleh seorang tokoh tentang “hidup adalah perbuatan” masih ingat?

Tidak boleh hanya setahun yang lalu, 11 tahun yang lalu, bahkan di pengembaraan ingatan sejarah , lahirnya semangat nasionalisme 1908 oleh lahirnya Boedi Oetomo, tokoh tokohnya tentu saja lebih dahulu mempunyai kesadaran dan menyerap energi dari leluhur-leluhurnya. Bangsa Indonesia ini bangsa yang luar biasa unggul, telah melahirkan kerajaan Sriwijaya, kerajaan Majapahit yang kekuasaan darat dan lautnya meliputi beberapa benua. Bahkan nantinya semoga segera ada yang menguakkan siapa sebenarnya bangsa Indonesia ini, bagaimana peradaban manusia yang menghuni Nusantara ini adalah sebenar-benarnya bangsa yang luar biasa unggul.

Jadi entah yang ke berapa, 100 tahun, 101 tahun ,102 tahun sampai berapapun seharusnya selalu kita peringati dan gemakan Kebangkitan Nasional untuk senantiasa melahirkan kembali kesadaran kesadaran baru tentang Kebangkitan Nasional. 101 tahun lalu , bahkan ribuan tahun yang lalu apapun yang sudah di ukir tentang keunggulan peradaban tinggi oleh para leluhur bangsa Nusantara bisa kita serap energinya dan kita lahirkan terus menerus keunggulan-keunggulan bangsa Nusantara ini.

KEBANGKITAN THL TBPP INDONESIA

TERIMA KASIH & STOP

karena dirasakan sudah cukup banyak SMS yang menyuarakan curahan hati THL-TBPP mengenai akhir kontrak, maka mulai edisi ini Sinar Tani tidak memuat lagi. Mari kita manfaatkan SMS Cangkul ini untuk berbagi pengalaman sesama penyuluh. Terima kasih untuk SMS selama ini

Terlambat kesadaranku, padahal belom sekalipun saya “ngirim” untuk SMS Cangkul Sinar Tani masa durasinya sudah berakhir.

101 tahun yang lalu di era Budi Oetomo belum ada HP, belom ada SMS tapi mampu melahirkan kesadaran semangat Kebangkitan Nasional.

Ratusan Tahun yang lalu, belum ada kapal kapal canggih, belom ada listrik, telephone namun melahirkan kerajaan Sriwijaya dan Majapahit yang mengembarai benua –benua.

Ribuan tahun yang lalu belum ada semen, belum ada crane, lift, dump truk tapi melahirkan bangunan peradaban borobudur, prambanan dan lain lainnya.

Berapa lembar lagi harus di tuliskan sejarah prestasi peradaban masa lalu bangsa penghuni Nusantara yang kelak melahirkan Indonesia ini.

Dan aku, kami, kita yang lahir bersama sama sebagai THL-TBPP Indonesia, yang mengemban peranan penyuluh pertanian yang seharusnya senantiasa menyampaikan “terang” kepada petani, pada titik hari ini di Kebangkitan Nasional belum juga mampu melahirkan persatuan persatuan di antara kami/kita agar segera “lahir “ kebersamaan dan persaudaraan untuk bukan hanya THL-TBPP tapi untuk petani. Mungkin sepele, tapi itulah “GR” yang menyemangati agar keberadaan THL TBPP sebagai “Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian” bisa sedikit “membantu” Indonesia.

Berbeda dengan 101 tahun yang lalu bagaimana Boedi Oetomo lahir atau ratusan tahun lalu ketika Sriwijaya dan Majapahit tegak berdaulat. Aku, kami, kita sudah akrab dengan handphone dan bisa ber SMS ria, sudah karib dengan Komputer dan Internet dan canggih membangun Blog-blog yang jumlahnya puluhan.

Di kesunyian harapan semoga segera lahir persatuan dan rasa persaudaraan untuk kebersamaan di antara kami THL TBPP agar segera lahir “Kebangkitan Pertanian”!!!

Ataukah setelah kita pelajari dan menguasai paling tidak piranti teknologi komunikasi tidak bisa kita selenggarakan komunikasi THL TBPP Nasional???

(Mengutip ungkapan alm Harwanto Dahlan), kalau yang itu terjadi di antara THL TBPP Indonesia yang sedang kita alami bukan “Kebangkitan Nasional” melainkan “Kebangetan Nasional”

Temen Temen THL TBPP Indonesia apakah akan masih seperti ini? Kebangetan benerrrrrrrrr!!! Bener-bener Kebangetan!!!

(@arif-tangerang)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: