jump to navigation

THL Padi, THL Gabah, THL Beras, THL Nasi 15 Mei 2009

Posted by thl4all in Temu Nasional THL TBPP Indonesia I.
trackback

Dalam bahasa Inggris keempat kata semua di sebut Rice, Rakyat Indonesia mampu menjelaskan ke empatnya menjadi lebih spesifik, Padi ketika masih di sawah, Gabah sesudah di rontokkan, Beras sesudah di tumbuk, Nasi Sesudah di tanak.

Di Acara Jambore Penyuluh dan Karya di Cibodas Cianjur Dr Djafar Hafsah yang mantan Dirjen di Deptan dan sekarang menjadi politisi membenturkan idiom “Seperti Ilmu Padi Makin Berisi Semakin Merunduk” pada kenyataannya tidak setiap saat idiom itu berlaku di dalam kehidupan. Menurut Bapak kita itu, kadang kadang perlu menerapkan Ilmu “Gandum” dimana Yang mampu “ tegak” dalam kenyataan gandum adalah justru gandum gandum yang berisi, yang bulu bulu tajam di sekitar bulir bulir nya mampu melindungi ke”tegak”annya. Berbalik dengan Ilmu Padi, gandum yang merunduk”loyo” justru adalah gandum gandum yang “kopong”

Dalam ilmu bercocok tanam padi, setelah benih terpilih di sebar dan di semai di persemaian yang terbatas, kemudian di pindah tanam di sawah yang lebih lapang. Dalam perkembangannya tanaman padi harus di cukupi kebutuhan air ,pupuk dan di lindungi dari gangguan gulma dan hama. Tibalah saat berbunga,dan bulir bulir padi berisi sari pati nutrisi yang di serap oleh akar dari dalam tanah. Setelah berproses beberapa lama tercapailah kematangan bulir menjadi Padi yang siap panen.

Sekolah dan kampus bertugas menyemai dan menanam bibit padi dan menaburinya dengan berbagai macam pupuk dan di perkenalkan bermacam bentuk gangguan di luar dirinya. Sekolah dan kampus me”lulus”kan dan me”wisuda” siswa dan murid sebagai “Padi” dengan ketentuan prasyarat lengkap sebagai “Padi”

THL TBPP Indonesia sebagai diri manusia masuk di wilayah manakah? Sebagai diri Padi? Sebagai Gabah? Sebagai Beras atau sudah menjadi Nasi?

Setelah lulus sebagai manusia “Padi” di panen menjadi bentuk “Gabah” bertaburan di jemur di halaman kehidupan.

Gabah gabah bertaburan di penjuru halaman untuk kemudian di kumpulkan, di persentuhkan gabah satu dan lainnya.Ribuan gabah bersentuhan, bergesekan,di tumbuk dengan alu-alu di “lesung-lesung”, di tumbuk terus menerus agar kulit keras”sekam” nya mengelupas. Kulit kulit keras itu harus benar benar “tanggal dan mengelupas” agar gabah –gabah lulus menjadi “beras”. Lulus sebagai beras belum juga bisa di makan dan di nikmati keberadaan dan fungsinya. Maka beras beras harus bersedia di”panaskan” dan di tanak di kuali dengan panas yang terukur agar matang sempurna menjadi “nasi” tidak boleh menjadi gosong karena terlalu panas atau matang luarnya saja”nglenis”. Nasi adalah “sempurnanya” kematangan. Barulah nasi nasi menjadi manfaat bagi manusia.

Sungguh GR diriku menyebut sebagai manusia “gabah” walau pernah di “luluskan” sebagai “Padi”. Maka aku ingin bersentuhan dengan ribuan gabah-gabah yang lain agar terkelupas kulit keras “keakuanku”.

Teman temanku yang sudah lulus sebagai “nasi”tolong ajari aku untuk itu.

SILATURAHMI NASIONAL THL TBPP yang melayang layang itu, aku lamunkan adalah lesung-lesung dimana gabah gabah saling bertemu yang “menyediakan dan merelakan” dirinya bersentuhan dengan gabah gabah yang lain dan bersedia di tumbuk dengan alu-alu, agar tanggal dan terkelupas kulit keras “keakuan” gabah untuk kemudian lulus sebagai beras. Dan nanti setelah di rumahmu masing masing tanak dan masaklah beras beras menjadi “nasi”agar bisa kita selenggarakan “kenduri-kenduri” dengan petani-petani di desa mu.

Sungguh GR diri ini, berani-beraninya menyebut diri sebagai ”gabah”. Jauh di kesadaranku jangan jangan aku belum pernah lulus dan matang sebagai “Padi”

Di sarikan dari JM”KC”Jkt

NN Warga THL

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: