jump to navigation

1 (Satu) Desa 70 (Tujuh Puluh) Penyuluh 15 Mei 2009

Posted by thl4all in Temu Nasional THL TBPP Indonesia I.
trackback

Program Pemerintah Republik Indonesia Untuk Pertanian adalah komitmen Revitalisasi Pertanian dan salah satu cara mencapainya adalah mewujudkan program 1 desa 1 penyuluh. Oh betapa dasyatnya, betapa mulianya. Tentulah kesemua itu lahir dari jernih nya olah fikir dan kesungguhan tekad para pengambil keputusan untuk mengembalikan kedaulatan pertanian Indonesia kepada para Petani sekali lagi kepada Petani. Dengan 1 desa 1 penyuluh tentunya adalah langkah berani yang menjadi “keharusan” untuk menyiapkan petani agar mampu “mengolah dan memanajemeni” peradaban dan teknologi pertanian dengan memberi informasi informasi yang paling akurat kepada petani. Informasi yang utuh dan lengkap tentang dunia, bagaimana dunia “was-was”tentang ketersediaan pangan bagi penghuninya, Sehingga petani-petani Indonesia akan mendapatkan dirinya sebagai simpul simpul penyedia pangan bukan hanya untuk Indonesia bahkan penyedia pangan bagi “Dunia” Maka tegakkanlah pandangmu kaum petani Indonesia.

Kalau itu bukan khayal maka paling tidak keharusan untuk berdaulat di bidang panganlah alasan untuk mewujudkan 1 desa 1 penyuluh. Dengan alasan itu pula maka ribuan THL TBPP di rekrut. Mengembalikan gairah petani dan pertanian, ribuan sarjana pertanian di rekrut dari berbagai disiplin keahlian: budidaya, teknologi, pengolahan,hama penyakit, peternakan. Betapa lengkap dan utuhnya kekuatan THL TBPP sebagai darah segar penyuluhan, sebagai generasi baru pertanian.

Kuperkenalkan kampungku yang jauh di sana, di antara Pati, Kudus, Demak, Sragen, Boyolali, Sukoharjo, Blora. Di masa kecilku dulu, di kampung desaku bukan hanya 1 desa 1 penyuluh. Di Kampungku kulihat setiap hari 1 desa terdapat 70 “penyuluh”. Bahkan setiap petani adalah juga “penyuluh”. Tentu saja hadir sebagai “guru” petani di kampungku adalah bapak Penyuluh Pertanian dari Dinas pertanian. Lalu siapa 69 penyuluh penyuluh yang lain itu?. Petani –petani di kampungku ketika pagi dan siang hari mereka tekun dan giat bekerja di sawah, ketikan malam hari mereka kembali lagi kesawah dengan alat penerangan berupa obor, senter, lampu karbit atau lampu petromak menyusuri kembali pematang dan hamparan sawah untuk mencari(berburu) belut, keong,katak, sebagai tambahan penghasilan atau sekedar untuk lauk pauk. Ketika kemudian merebak hama umpamanya belalang, ulat grayak dll mereka juga kembali ke sawah di malam hari dengan alat-alat penerangan untuk mengendalikan hama hama itu. Aktifitas para petani di kampungku di sawah pada malam hari dengan berbagai alat penerang itu di sebut “Nyuluh” para petaninya di sebut “penyuluh” jadi di kampungku jauh sebelum terdengar Revitalisasi Pertanian dengan berupaya mewujudkan 1 desa 1 Penyuluh, dikampungku 1 desa 70 Penyuluh, bahkan setiap Petani adalah Penyuluh.

1 tahun lebih kucicipi aktifitas sebagai THL TBPP, oleh para petani sering di panggil “pak mantri” di samakan dan sama sekali tidak di bedakan dengan para Penyuluh Pertanian (PNS) yang setiap hari mengasuhku. Ada kenikmatan yang tidak ternilai yang tak bisa di hitung dengan lembaran upah ku. Melihat petani tersenyum dengan panenannya, merasakan getirnya petani ketika gagal panennya, merasakan marah kala susah cari pupuk,

Penyuluhan adalah Penerangan

Penyuluhan adalah membawa cahaya

Penyuluhan adalah menunjukkan jalan

Penyuluhan adalah menginformasikan kebenaran

Penyuluhan adalah energi untuk menyampaikan cahaya

Penyuluhan adalah mendistribusikan terang untuk maslahat bersama

Namun ketika kudengar sesuatu yang samar samar, ku lihat sesuatu yang remang remang tentang “durasi 30 bulan” energi untuk mennyampaikan terang itu sudah sewajarnya aku juga minta penerangan, kami juga butuh terang, kami ingin ketegasan tentang terang. Agar samar dan gelap itu tidak bertabrakan dengan keharusan kami menyampaikan terang.

Kepada siapa kami minta penerangan? (Deptan, DPR,atau….)

Kepada siapa kami bisa dapatkan penerangan?(Deptan, DPR atau………)

Keharusan kami untuk selalu membagikan “terang”

Beri kami juga dong “terang”itu

Kami tidak mengeluh, dan tidak ingin “ngrepoti” .yang kami inginkan adalah ketegasan dan ke”terang”an walaupun itu sebenarnya adalah “gelap” yang disampaikan secara tegas dan terang.

Kami mengkhayalkan SILATURAHMI NASIONAL THL TBPP, khayal bagiku tapi tentu tidak bagi teman temanku sesama THL TBPP

SILATURAHMI NASIONAL THL TBPP masih ku khayalkan

SILATURAHMI adalah cek and ricek menurut infotaiment

SILATURAHMI adalah konfirmasi kepada pihak yang melahirkan THL TBPP

SILATURAHMI adalah TABAYYUN

SILATURAHMI adalah utuhnya persaudaraan

SILATURAHMI adalah ketegasan dan kejantanan bahwa ada yang harus lebih di selamatkan dan menjadi titik pandang, menurut khayalku adalah PERSAUDARAAN THL TBPP

(arif-thl-tangerang)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: