jump to navigation

SELAMATKAN PERAHU THL TBPP INDONESIA 4 Mei 2009

Posted by thl4all in Temu Nasional THL TBPP Indonesia I.
trackback
Perahu THL TBPP adalah Kapal selam

* aktifitas THL-tidak/kurang popular di mata masyarakat
* Kurang mendapat pemberitaan di media (kecuali sinar tani)
* Segala aktifitasnya(THL TBPP) di bawah bayang-bayang penyuluh PNS (arti positif/negative)
* Wilayah aktifitasnya tidak/ kurang ter ekpose

Resiko kurang populernya THL TBPP juga Penyuluh adalah tidak/kurangnya mendapat pembelaan(simpati) dari masyarakat umum ketika terjadi apa apa, misalnya rencana pemutusan kontrak 5000 THL TBPP dan Pensiun massal Penyuluh PNS. Berbeda kasus dengan guru bantu-sekretaris desa yang sangat popular dan menyentuh berbagai dimensi di masyarakat, sehingga mendapat pembelaan dan dukungan yang signifikan dari masyarakat dan media umum paling tidak opini yang berkembang di masyarakat.

Maka pola gerakan aktifitas THL TBPP/ Penyuluh harus di “munculkan”, paling tidak dalam beberapa bulan ini, sehingga pada saatnya “desakan-desakan” THL TBPP kepada pihak pengambil keputusan mendapat dukungan/ pembelaan yang signifikan dari masyarakat umum,minimal masyarakat pertanian dan petani.

THL TBPP INDONESIA HARUS MENUNJUK DIRI DAN AKTIFITASNYA

Bahwa Penyuluh Pertanian masih dan harus terus eksis. Sebagaimana semangat tujuan di rekrutnya THL-TBPP pada awalnya. Aktifitas gerakan THL TBPP harus bersama sama dengan petani. Petani adalah Subyek pembangunan pertanian. DEPTAN dan Pemerintah hanyalah pemegang mandat pembangunan pertanian di Indonesia. Sehingga terbangun opini di petani dan masyarakat bahwa mencabut (memberhentikan)Penyuluh/ THL TBPP adalah sama dan sebangun mencabut hak-hak petani untuk mendapat informasi, bimbingan dan pendampingan.

Idealnya perahu THL TBPP Indonesia adalah Kapal Phinisi dengan layar tiang tinggi.
* pemunculan aktifitas dan gerakan THL TBPP Indonesia di permukaan
* mengemas setiap aktifitas THL TBPP menjadi aktifitas yang membangun opini dan persepsi di masayarakat sehingga ketika terjadi sesuatu(putus kontrak) ada dukungan dan pembelaan yang signifikan
* harus di akui nama THL TBPP di dalam opini masyarakat belum sepopuler GBS(guru Bantu) ,Pegawai Honorer daerah, Perangkat desa(sekdes)
5 bulan sebelum “November” sebagaimana yang di beritakan “sinar tani” terjadi pemutusan kontrak 5000 THL TBPP angkatan 1 harus ada gerakan-gerakan aktifitas THL TBPP Indonesia yang “mengagetkan” pihak pihak pengambil keputusan (Deptan, DPR, dll) dalam bentuk aktifitas aktifitas yang melibatkan petani sebagai subyek pertanian. Munculnya aktifitas/gerakan THL TBPP Indonesia bersama petani di permukaan paling tidak adalah “tabungan modal”dengan harapan mempunyai nilai tawar(bargaining position) bagi pihak pihak pengambil keputusan.
Temen2 THL TBPP di Jabodetabek, Banten, Jabar, Jateng, DIY, Jatim bersegeralah paling tidak koordinator propinsi untuk konsolidasi membentuk panitia Penyelenggara SARASEHAN TEMU NASIONAL THL TBPP INDONESIA 1.
  1. Membentuk Panitia Penyelenggara
  2. Membuka rekening atas nama THL TBPP Indonesia untuk menggalang dana
  3. Sosialisasi ke seluruh THL TBPP Indonesia
  4. Mengumpulkan data diri lengkap untuk membentuk THL TBPP Indonesia Network
  5. Mengumpulkan surat dukungan dari berbagai pihak(petani, KTNA, institusi,pemimpin wilayah:Kades, camat, bupati dll) untuk keberlanjutan THL TBPP

Kepada Temen2 THL TBPP Jabar, kami melihat temen2 sudah siap (sudah selesai dengan dirinya) maka segeralah mengambil keputusan ke wilayah yang lebih luas, karena silaturahmi ini untuk THL TBPP Indonesia. Insya Allah Temen2 di daerah mendukung….

Apa yang ada di benak fikiran temen2 THL TBPP hampir sama paling tidak ada silaturahmi nasional untuk paling tidak mendapat informasi yang paling akurat dari pihak pihak yang berkompeten.

SILATURAHMI NASIONAL THL TBPP INDONESIA 1

DARI THL, OLEH THL UNTUK PERTANIAN INDONESIA

THL TBPP Banten, Jakarta, Jabar, Jateng, DIY, Jatim bergabunglah sebagai penyelenggara.

Wujudkan Silaturahmi Nasional THL TBPP Indonesia 1

                (NN) Warga THL TBPP

Komentar»

1. DONI SIMAMORA - 23 Februari 2010

Menurut saya, sebaiknya bila THL TB PP berakhir Kontraknya maka pilihan yang paling tepat adalah diangkat menjadi PNS, karena Guru Bantu, Sekretaris Desa juga diangkat menjadi PNS kenapa THL TB PP dianak tirikan, ini tidak benar, Pemerintah memang membuat suatu Perjanjian bahwa THL TB PP tidak dapat menuntut diangkat menjadi PNS, itu bisa saja, tapi itu kan sepihak, perjanjian yang merugikan sepihak tidak adalah perjanjian yang tidak sempurna, Terimakasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: