jump to navigation

Waspada Keong Mas 7 Februari 2008

Posted by thl4all in Uncategorized.
trackback
Apakah Keong Mas Itu?
Keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck) diperkenalkan ke Asia pada tahun 1980an dari
Amerika Selatan sebagai makanan potensial bagi manusia. Namun, kemudian keong mas menjadi hama utama padi yang menyebar ke Filipina, Kamboja, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.

Mengapa Keong Mas Harus Dikendalikan?

Keong mas memakan tanaman padi muda serta dapat menghancurkan tanaman pada saat
pertumbuhan awal.
Saat-saat Penting untuk Mengendalikan Keong Mas
Saat-saat penting untuk mengendalikan keong mas adalah pada 10 hari pertama untuk padi tanam pindah dan sebelum tanaman berumur 21 hari pada tabela (tanam benih secara langsung). Setelah itu, tingkat pertumbuhan tanaman biasanya lebih tinggi daripada
tingkat kerusakan akibat keong.
Bagaimana Mengendalikan Keong Mas?
• Semut merah memakan telur keong, sedangkan bebek (dan kadang-kadang tikus) memakan keong muda. Bebek ditempatkan di sawah selama persiapan lahan tahap akhir atau setelah tanaman tumbuh cukup besar (misalnya 30-35 hari setelah tanam); keong dapat dipanen, dimasak untuk dimakan oleh manusia.
• Pungut keong dan hancurkan telurnya. Hal ini paling baik dilakukan di pagi dan sore hari ketika
keong berada pada keadaan aktif. Tempatkan tongkat bambu untuk menarik keong dewasa
meletakkan telurnya.
• Tempatkan dedaunan dan pelepah pisang untuk menarik perhatian keong agar pemungutan keong lebih mudah dilakukan.
• Keong bersifat aktif pada air yang menggenang/ diam dan karenanya, perataan tanah dan
pengeringan sawah yang baik dapat menekan kerusakan. Buat saluran-saluran kecil (misalnya,
lebar 15-25 cm dan dalam 5 cm) untuk memudahkan pengeringan dan bertindak sebagai
titik fokus untuk mengumpulkan keong atau membunuh keong secara manual. Apabila
pengendalian air baik, pengeringan dan pengaliran air ke sawah dilakukan hingga stadia anakan
(misalnya, 15 hari pertama untuk tanam pindah dan 21 hari pertama untuk tabela).
• Tempatkan tanaman beracun (misalnya daun eceng (Monochoria vaginalis), daun tembakau,
dan daun Kalamansi) pada bidang-bidang sawah atau di saluran-saluran kecil.
• Tempatkan penyaring dari kawat atau anyaman bambu pada saluran keluar dan masuk irigasi
utama untuk mencegah masuknya keong dari lahan lain. Manfaat dari tindakan ini agak
terbatas karena kebanyakan keong mengubur dirinya sendiri dan “hibernasi” di sawah ketika
tanah mengering.
• Tanam bibit-bibit yang sehat dengan anakan yang sehat. Terkadang, tanam pindah dapat
ditunda (misalnya bibit berumur 25-30 versus 12-15 hari), atau tanam bibit ganda per rumpun.
• Pengendalian dengan pestisida berbahan aktif niclos amida dan deris mungkin dibutuhkan
bila praktek-praktek lainnya gagal. Cek produkproduk yang tersedia secara lokal yang
memiliki kadar racun rendah terhadap manusia dan lingkungan. Pertimbangkan
untuk menggunakan produk-produk untuk tempat-tempat rendah dan kanal-kanal kecil,
bukan ke seluruh bidang sawah. Selalu pastikan penggunaan yang aman.

Sumber: IRRI Rice Knowledge Bank
Disadur oleh: J. Bawolye / MSyam

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: